Minggu, 02 Februari 2025

makna tersembunyi tari topeng cirebon


 Tari Topeng Cirebon adalah kesenian yang populer di kawasan Parahyangan, tepatnya di daerah Ciamis. Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cianjur, dan Bandung. Selain daerah-daerah tersebut, biasanya Topeng Cirebon juga dipentaskan di daerah Indramayu, Jatibarang, Subang, Losari, dan Brebes. Konon, tarian sejenis sudah berkembang di Jawa Timur pada rentang abad 10 hingga 16 Masehi. Pada masa Kerajaan Jenggala di bawah pemerintahan Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, kesenian tersebut mulai masuk ke Cirebon melalui perantaraan seniman jalanan.


Sejarah tari topeng di Cirebon juga berhubungan dengan penyebaran agama Islam. Kota Cirebon merupakan pintu masuk penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Syarif Hidayatullah yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati adalah tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam dan tari topeng di Cirebon. Pada tahun 1470-an, Sunan Gunung Jati bekerja sama dengan Sunan Kalijaga dalam upaya penyebaran Islam di Pulau Jawa. Kala itu, kedua Sunan tersebut memfungsikan Tari Topeng sebagai media penyebaran Islam sekaligus tontonan di lingkungan Kesultanan Cirebon. Selain Tari Topeng, ada beberapa jenis kesenian lain yang juga digunakan untuk mendukung penyebaran agama Islam, yaitu Angklung, Reog, Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, dan Berokan

1 komentar:

makna tersembunyi tari topeng cirebon

  Tari Topeng Cirebon adalah kesenian yang populer di kawasan Parahyangan, tepatnya di daerah Ciamis. Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cianjur,...